<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2002081556759965367</id><updated>2012-02-15T23:30:03.058-08:00</updated><title type='text'>Chalinop's writing</title><subtitle type='html'>Chalinop's Writing</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://chalinop.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2002081556759965367/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chalinop.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>chalinopita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14636534166616059790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FNPait-k5qU/TngB8gtujsI/AAAAAAAAAao/7u4KO-k6i6M/s220/Copy%2Bof%2Bgw%2BRBS.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2002081556759965367.post-5092110865960409091</id><published>2012-01-31T03:17:00.000-08:00</published><updated>2012-01-31T03:17:42.528-08:00</updated><title type='text'>OOPS J50K..Olala...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Qlu19iLc3kI/TyfNi-Ak-XI/AAAAAAAAAeo/VZJnHWZkYFo/s1600/Badge+OOPS.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-Qlu19iLc3kI/TyfNi-Ak-XI/AAAAAAAAAeo/VZJnHWZkYFo/s1600/Badge+OOPS.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hahaha..Saya awali dengan tertawa. Tawa yang sebenarnya merupakan kekalahan bagi saya, karena tidak bisa menaklukan diri sendiri. Memang ada alasan, mengapa saya tidak bisa menyelesaikan J50K ini, dan saya akui saya tidak pandai mengatur waktu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkali-kali saya katakan menulis novel itu tidak mudah. Kita tidak hanya sekedar berkhayal, tanpa memikirkan riset, lokasi, karakter, alur cerita dan lain sebagainya. Bagi saya novel itu harus enak dibaca dari awal pembukaan hingga akhir cerita. Dia juga harus punya 'sesuatu' yang kuat, sehingga pembaca akan selalu ingat terus oleh novel tersebut. Terlepas dari pendapat saya, J50K ini lebih memfokuskan 'menulislah dulu, baru pikirkan yang lain'. Saya sudah mengalami hal seperti ini. Saya menulis apa yang ada di otak saya dengan mengikuti kerangka yang telah dibuat. Masalahnya di J 50K ini, saya tidak membuat kerangka untuk tulisan saya dan juga tidak melakukan riset. Novel yang pertama hanya bisa mampu menembus 8K dan novel yang kedua, 20K. Lalu Mengapa yang kedua bisa lebih banyak dari pada yang pertama? Karena novel kedua ini saya telah membuat kerangka, dan salahnya saya minim sekali riset tentang orang yang memilki dua kelamin dan amnesia. Di awal saya mengentengkan hal ini dan di tengah jalan, saya &lt;i&gt;ngos-ngos-an.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;J50K tahun lalu saya lebih berhasil mengerjakannya dengan mengerjakan sistem menulislah dulu. J50K ini saya banyak mengeluarkan peraturan sendiri yang mana menyulitkan buat saya. Pengalaman ini saya share, tapi bukan untuk dicontoh. Kesalahan-kesalahan saya ini, semoga jadi pembelajaran buat saya, agar saya lebih siap lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun lepas dari January ini, saya akan tetap meneruskan dua cerita saya ini. Semoga tahun Naga kali ini memberikan kelancaran bagi saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal pertama yang harus diperhatikan dalam menulis, apalagi menulis novel, menurut saya adalah '&lt;b&gt;Mimpi'&lt;/b&gt;. JIka kamu tidak punya mimpi, jangan harap kamu menjadi apa yang kamu inginkan dalam setiap bidang apa pun. Bila mimpi ini sudah kita miliki, "&lt;b&gt;Niat&lt;/b&gt;" akan datang secara otomatis. Namun tidak hanya sekedar Niat, melainkan Niat yang KUAT. Saya lebih senang dengan kalimat,'NIAT yang KERAS'. Entah kenapa. Jika niat kita kuat, hambatan sebesar apa pun, Insya Allah akan mampu kita lalui, Bahkan sesibuk apa pun kita. T api kita juga tidak bisa menyalahkan bila kita menghadapi situasi yang sedang pelik dengan memaksakan-menyelesaikan projek ini. Setiap orang itu berbeda, mungkin mereka punya pilihan lain, seperti saya yang lebih memilih untuk mempersiapkan riset lebih dahulu &amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;sekali lagi membela diri..hahaha..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menyelesaikan tulisan sebanyak 50 ribu kata dalam sebulan? Itu Dasyat, Kawan! dan sekali lagi saya katakan Itu tidak mudah. Kita berlari mengejar angka dengan menguras tenaga dan pikiran, namun hasil akhir membuat kita tersenyum dan kepuasan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Saya SALUT buat teman-teman yang berhasil menyelesaikan J50K-W!N!. Selamat yang sebesar-besarnya buat kalian semua. Tapi Ingat, jangan puas dulu, karena perjalan kita masih panjang dan masih banyak angka-angka yang harus diraih. Karena sebagian hidup adalah angka! Semoga dapat dimengerti mengenai Angka ini.(Wkwkwkwk, males jabarinnya).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi yang tidak kelar-OOPS- di Januari ini, tenang, kawan! Masih ada 11 bulan yang menanti tulisan itu selesai. Jangan sampai 11 Bulan itu menuntut kita untuk menyelesaikan projek ini, karena kita bisa dimakan oleh waktu dengan kejam, jika kita tidak kelar juga menyelesaikannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekali lagi ini mengenai MIMPI dan PILIHAN...Kalian lebih memilih memiliki mimpi dengan mewujudkannya atau mempunyai mimpi, tetapi hanya di angan-angan saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekian dari Saya...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hidup OOPS...oh Salah....HIDUP J50K.!!...Terima Kasih Saya dan teman-teman Kampung Fiksi ucapkan atas teman-teman yang telah mengikuti kegiatan ini. AYO, kita masih ada kerjaan banyak, selesaikan di tahun ini juga..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2002081556759965367-5092110865960409091?l=chalinop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chalinop.blogspot.com/feeds/5092110865960409091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://chalinop.blogspot.com/2012/01/oops-j50kolala.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2002081556759965367/posts/default/5092110865960409091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2002081556759965367/posts/default/5092110865960409091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chalinop.blogspot.com/2012/01/oops-j50kolala.html' title='OOPS J50K..Olala...'/><author><name>chalinopita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14636534166616059790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FNPait-k5qU/TngB8gtujsI/AAAAAAAAAao/7u4KO-k6i6M/s220/Copy%2Bof%2Bgw%2BRBS.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Qlu19iLc3kI/TyfNi-Ak-XI/AAAAAAAAAeo/VZJnHWZkYFo/s72-c/Badge+OOPS.png' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2002081556759965367.post-4184084854878774701</id><published>2012-01-05T11:23:00.000-08:00</published><updated>2012-01-05T11:23:56.223-08:00</updated><title type='text'>Novel J50K</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bab I &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sarah Oslen...Oh Sarah Oslen (sambungan sebelumnya)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pagiabu-abu. Dingin. Angin menusuk. Bersembunyi di balik tebalnya jaket panjang.Berjalan melewati blok-blok. Langkah cepat. Seperti biasanya. Biar di musimpanas atau musim dingin, semua orang berjalan cepat. Berkejar-kejaran dengankereta. Tepatnya mengejar waktu. Padahal waktu tidak kemana-mana. Tetap 24 jam.Bagusnya mereka punya pikiran untuk meminimalisasikan waktu. Dipergunakandengan hemat, agar semua berjalan tak percuma.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sarahmelesat seperti kereta api. Dari satu blok ke blok lainnya. Walau sempatberhenti di kios Koran. Menyambar coffee dari tangan seorang &lt;i&gt;barista &lt;/i&gt;yang setia menanti di depancafé. Menghampiri toko bakery ‘Noah’s, mengunyah sedikit roti gandum yangpaling enak sedunia. Bertegur sapa dengan Brandon, l&lt;i&gt;awyer&lt;/i&gt; muda tampan, tepat di penyebrangan jalan. Sedikit berbicaradan sedikit sok tahu tentang hukum. Bagi Sarah apa pun pembicaraannya, entahsesulit apapun atau seringan apapun, selalu menyenangkan berbicara bersamaBrandon. Paling di benak Sarah hanya protes, “Mengapa aku dilahirkan lebihdahulu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ketikajarum jam menunjukan 08.20, Sarah mempercepat sedikit langkahnya. Tangankanannya memegang gelas kopi. Tangan kirinya membawa tas kerja plus bungkusanroti gandum. Pandangannya tetap lurus ke depan. Tidak ada waktu lagi untukbersapa, apalagi melirik. Sarah langsung menuruni tangga menuju &lt;i&gt;subway.&lt;/i&gt; Wah, sebentar lagi dirinyabertemu Daniel. Ah, Daniel yang akhir-akhir ini mewarnai hidupnya. Semarak.Indah. Berdenyut. Manis. Bahagia. Dan setumpuk hampa dua tahun lalu, denganmudah sirna. Hilang ditelan bumi. Dimakan para samudera. Perpisahan Sarah dansuaminya, dua tahun lalu, telah membuat Sarah terpuruk. Jatuh. Tak berdaya.Kesepian. Dan hampa. Dalam waktu empat bulan, Sarah sudah melupakanperceraiannya. Tidak mengubris lagi tentang cintanya yang dimakan olehsamudera-di dalam mimpinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Taklama sosok Daniel sudah ada di depan mata Sarah. Dari jarak 10 meter, langkahSarah terhenti sebentar. Sarah tersenyum menatap Daniel. Matanya menyipitmemperhatikan sosok Daniel. Sarah baru menyadari Wajah Daniel tak jauh bedadengan Pierce Brosnan. Sungguh. Mirip sekali. Rambut Daniel saja berombaltebal, persis Pierce Brosnan. Belum lagi rambut di kedua sisi pipi Daniel yangbelum tercukur. Bagi Sarah, itu membuat Daniel tampak lebih tampan dan lelaki.Senyum simpul Daniel, bisa membuat detak jantung berdetak kencang. Ah,senyumnya seperti membobol hati Sarah. Benar-benar suatu perampokan takberencana. Datang mengendap, diam-diam, tanpa permisi dan berhasil suksesmengambil harta cinta milik Sarah. Dua tahun. Dua tahun sendiri, itu lama,kawan! Perampokan hati ini begitu rela &lt;i&gt;plus&lt;/i&gt;ikhlas diterima oleh Sarah. Disambut dengan meriah. Sangat meriah. Hey,Heleluyah…Sarah tak sendiri lagi. Sarah tak lagi sendiri berjalan di kota NewYork ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;SenyumDaniel merekah. Segar sekali. Menyambut kedatangan sang kekasih, Sarah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“Heysayangku. Duniaku,” Daniel begitu gembira.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“Hey,Babe. Pembobol hatiku,” Daniel tersenyum mendengar ucapan Sarah seraya mengecupkedua pipi Sarah dan bibir tebal Sarah yang &lt;i&gt;sexy&lt;/i&gt;itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dalamhitungan detik kereta subway muncul di hadapan mereka. Sarah dan Daniellangsung naik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Masihseperti kemarin, kereta selalu ramai penuh sesak. Namun keramaian ini justrudimanfaatkan Daniel dan Sarah untuk saling memberi mesra. Dan sempat-sempatnyaSarah menyuapi roti kandum, yang dibawanya tadi ke mulut Daniel. Tak masalahberdempet pun kemesraan bisa timbul. Itu tergantung pasangan masing-masing, mungkinbegitu menurut mereka berdua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Orang-orangdi satu gerbong kereta bersama Sarah dan Daniel, tidak perduli pemandangan ini.Yakin, tidak semua yang tidak perduli. Beberapa memperhatikan, kemudian, “Terserah!”kata isi otak mereka. Beberapa memperhatikan, lalu , “Ah, seandainya saja..”ucap mereka sambil memelas. Beberapa dari mereka sebodoh amat , hal seperti inisering terjadi, bahkan di jalanan pun mereka sering menemukan. Di setiap kepalamanusia pasti mempunyai ucapan-ucapan berbeda mengenai kemesraan di depan umum,namun semuanya memberikan kesimpulan yang tidak berbeda. Barangkali sang keretapun sirik melihat keintiman seperti ini dan merencanakan adegan mesra nantimalam apabila stasiun mempertemukan kedua kereta di dua jalur yangbersampingan. Bisa dikatakan tak hanya manusia saja punya rasa sirik, semestapun punya rasa sirik ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;SekarangSarah dan Daniel sedang minum kopi di gelas yang sama. Sehabis meneguknya,mereka saling tersenyum. Tersenyum lagi? Ya, mereka tidak bosan-bosan untuktersenyum terus. Setelah tersenyum, kemudian bercumbu. Bercumbu yangsebentar-sebentar, tetapi dilakukan dengan penuh perasaan. Hemm, ini indah,tentu nikmat. Mungkin kenikmatanya melebihi rasa kopi dari kedai kopi terkenaldi kota ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Biarkan.Biarkan mereka melakukan hal itu-itu saja. Yang terpenting tidak mengangguorang. Jika ada yang terganggu, ya tutup mata saja. Biarkan, sepasang insan inimemadu kasih. Biarkan kedua orang yang berusia sama , 40 tahun, cecintaankembali. Yang satu duda. Yang satu janda. Tidak ada yang salah mengenai inikan?Ya, biarkan mereka serasa dunia menyetujui hubungan mereka. Biarkan pagitersirami kecupan mereka yang menumpahi kelopak bunga. Sehingga sang bungasemakin muncul merekah mengisi pagi. Dua orang yang sebelumnya, hidup denganhampa, kini mereka hidup kembali. Apakah ada yang protes mengenai ini? Sebaiknyajangan! Biarkan saja. Ya, biarkan. Satu kata. Biarkan!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Keretaberhenti. Beberapa penumpang turun, termasuk Sarah dan Daniel. Mereka punberpisah sebelum keluar dari stasiun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;*****&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“Danieltampan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“Dasarperempuan aneh, lelaki seperti itu lebih dari jutaan menumpuk di New York. Dan terusterang, ditambah penilaian objektif, Daniel itu sama sekali tidak mirip PierceBrosnan. Apanya yang mirip?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“Bingung,mengapa Sarah itu bisa menyamakan Pierce Brosnan dengan Daniel?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“PierceBrosnan itu tampan, sedangkan Daniel itu biasa saja. Asli, biasa!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“Dasarmanusia, kalau sedang jatuh cinta, mata mereka terserang buta!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Keretaseri 56 C mengelengkan kepalanya, “Ada-ada saja. Setiap hari pasti ada yanganeh dan yang lucu. Ckckckck.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“Wait,pembobol hati? Mungkin hati sarah itu berbentuk &lt;i&gt;ATM&lt;/i&gt; dan berisi banyak &lt;i&gt;dollar.&lt;/i&gt;Hahaha..Sarah…Sarah..” Seri 56 C tertawa keras sambil meluncur dengan kecepatantinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;* Masih bersambung...&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2002081556759965367-4184084854878774701?l=chalinop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chalinop.blogspot.com/feeds/4184084854878774701/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://chalinop.blogspot.com/2012/01/novel-j50k.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2002081556759965367/posts/default/4184084854878774701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2002081556759965367/posts/default/4184084854878774701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chalinop.blogspot.com/2012/01/novel-j50k.html' title='Novel J50K'/><author><name>chalinopita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14636534166616059790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FNPait-k5qU/TngB8gtujsI/AAAAAAAAAao/7u4KO-k6i6M/s220/Copy%2Bof%2Bgw%2BRBS.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2002081556759965367.post-8276453695866205291</id><published>2011-11-21T13:19:00.001-08:00</published><updated>2011-11-21T13:23:30.630-08:00</updated><title type='text'>Crying Game</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Aku terkejut sekali mengetahui ketigamantan kekasihku ternyata bersahabat. Bukan hanya sahabat biasa tapi sahabatdekat dan hubungan mereka telah berjalan dua puluh tahun lamanya. Anehnya lagiaku tidak pernah mendengar nama mereka selagi aku berpacaran dengan salah satudari mereka. Wajar bukan bila aku tidak pernah tahu tentang mereka. Bekunyakepalaku membuat aku tak menyadari kebiasaan mereka yang sama. Yaitu; menangis.Aku pun baru tahu hal ini ketika aku berjalan-jalan di sebuah kota kecil yangusianya melebihi kota Jakarta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;*****&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Duduk sendiri di sebuah café yangmenyuguhkan lagu-lagu &lt;i&gt;Jazz&lt;/i&gt; secara &lt;i&gt;live&lt;/i&gt;. Sang biduwan menyanyi menawan danaku dibuat terpukau olehnya. Dan aku tak menyangka, penyanyi itu menghampiriaku setelah selesai membawakan lagu. Dia begitu saja duduk di depanku. Tanpapermisi dan langsung melontarkan pertanyaan yang dia yakin sekali jawabannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;“Ada apa pria tampan seperti Andaberada di kota kecil ini?” Dia tersenyum tipis. “Sedang mencari kabar beritaatau juga ingin bertemu langsung dengan tiga wanita penangis fenomenal di kotaini?” masih lanjut bertanya. Keningnya berkerut, matanya bagai menerawang,senyumnya manis tapi menyebalkan dan aksinya ini menerjang wajahku kilat.Sedangkan aku tak tahu sama sekali apa maksud sang penyanyi &lt;i&gt;jazz&lt;/i&gt; ini. Aku hanya mengangkat keduabahu seraya menyalakan rokok tebal khas kota ini. Belagak cuek,aku lemparkanpandanganku ke jalan raya. “Akh, tidak mungkin Anda kesini cuma berwisata kotasaja. Anda pasti juga ingin mendengarkan kisah-kisah antic kota ini, bukan?Jujur saja, malah saya akan membantu Anda secara suka rela. Tahu kenapa? Saatsaya berada di atas panggung tadi, bola mata saya tidak lepas menatap Anda.Dari hati kecil saya berbisik bahwa saya harus menceritakan pada Anda,” diamemaksaku agar aku mau mendengar ceritanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Lagi pula ada kisah apa sih di kotaini yang membuat dia keras ingin bercerita padaku. Yang aku tahu dari temanku,kota ini dikelilingi pantai berpasir coklat muda keemasan dimana berdiritebing-tebing beraneka ukuran yang bentuknya bisa bikin mata terpana. Di kotaini juga banyak kuliner menarik dan cipta rasanya telah terkenal di penjurunegeri. Dua hal inilah tujuanku sebenarnya. Tapi tunggu dulu, dia bilang tadi‘fenomena tiga wanita menangis’? ehm, benar adakah itu? Ah, ini menarik jugauntuk ditelusuri. Jadilah aku duduk berjam-jam mendengarkan kisah itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tentang wanita yang menangis ketikamemasak.&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;*Bersambung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2002081556759965367-8276453695866205291?l=chalinop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chalinop.blogspot.com/feeds/8276453695866205291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://chalinop.blogspot.com/2011/11/crying-game.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2002081556759965367/posts/default/8276453695866205291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2002081556759965367/posts/default/8276453695866205291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chalinop.blogspot.com/2011/11/crying-game.html' title='Crying Game'/><author><name>chalinopita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14636534166616059790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FNPait-k5qU/TngB8gtujsI/AAAAAAAAAao/7u4KO-k6i6M/s220/Copy%2Bof%2Bgw%2BRBS.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2002081556759965367.post-490737602569904614</id><published>2010-12-26T23:38:00.000-08:00</published><updated>2010-12-26T23:38:56.790-08:00</updated><title type='text'>"Pulang"</title><content type='html'>KU tinggal kota itu dengan kenangan. Kini ku kembali mengenangnya.&lt;br /&gt;Jalan besar tempat dimana ku melangkah. Suara anjing-anjing yang menyalak.&lt;br /&gt;Bus panjang yang selalu tepat waktu.Tombol lampu menyeberang tempat jahilku.&lt;br /&gt;Pemuda hitam yang selalu menyapa,”Good morning big eyes.”&lt;br /&gt;Jembatan merah yang selalu mewarnai romantisme. Berdiri memandang laut biru sambil menyatap makanan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/////&lt;br /&gt;Kegiatan setiap pagi hari yang berjalan melalui jalan-jalan besar, menunggu bus dengan ditemani pemuda hitam. Dia selalu mengucapkan,”Call me Nigel. Don’t call me negro,” dengan pengucapan yang sama dengan nama Nigelnya tanpa huruf ‘R’. Nigel selalu bercerita dia berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja, tapi dia ingin sekali menjadi seorang dokter nantinya. Karena dia tidak kaya, dia harus mendapatkan beasiswa di universitas yang selalu diidam-idamkannya. Lalu Bus datang dan kami berdua masuk, kemudian dia melanjutkan pembicaraan lagi mengapa dia tergila-gila dengan Muhammmad Ali dan tertarik sekali mempelajari islam. Hari terakhir aku bertemu dengannya, itu topic yang dibicarakannya. Sebelumnya Nigel bercerita tentang teman-teman di lingkungan rumahnya, meja makan yang selalu menjadi tempat pertemuan keluarganya berkumpul, tentang wanita-wanita berwajah Asia yang selalu ia sukai, mengapa bapaknya selalu memukulnya sewaktu ia kecil dan cerita-cerita lainnya yang setiap hari denagn berbeda topic cerita. Dan aku hanya tersenyum, terkadang terkejut, terkadang lagi merasa iba, ya terkadang mengikuti alur apa yang diceritakan. Semuanya yang keluar dari mulutnya, aku catat di kepalaku dan aku tidak banyak berbicara macam-macam dengan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku melambaikan tangan pada Nigel, aku turun menyebrang jalan menuju Restaurant cepat saji yang selalu buka 24 jam. Ini yang paling kusuka memencet tombol tanda ingin menyebrang dan hari itu aku berkali-kali memencetnya. Hurrrayy…kemudian aku segera bergegas pergi sebelum polisi mengetahui kejahilanku, habis tidak ada cctv sih! Seperti biasa Sam, kakek yang sudah berusia 80 tahun itu menghampiri mejaku dan memeluk aku. Aku memesan secangkir kopi cream dan wafel yang muanteeep sekali rasanya. Dia memegang cangkir kopi pahitnya dan menyeruputnya. Lalu kami berdua mengempulkan asap rokok dan tertawa. Entah apa yang ditertawakan, intinya kami bahagia bisa merokok bebas di luar ruangan restaurant ditambah fasilitas meja bundar yang orang lain tidak pernah menepatinya kecuali kami di saat pagi. Aku senang mendengarkan ceritanya tentang Airport yang dibangunnya di kota itu, Sam tidak pernah bosan menceritakannya padaku, begitu juga aku tidak pernah bosan mendengar kisah-kisahnya . Apalagi di saat mencurahkan hidup seorang diri di hari tuanya dan perasan-perasaan Sam tentang kematian. Tentang anak-anaknya yang sudah sukses semua dan hati kecil Sam yang suka menangis melihat mereka. Menangis bahagia. Inipun sam lebih banya berbicara daripada aku dan aku tetap mencatatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sering melewati jembatan cantik ini, menatap laut dari mobilku di hari sabtu. Aku selalu bersama Mei sahabatku bila bercinta dengan jembatan merah nun cantik ini. Kami berdua jarang mengobrol banyak di lokasi ini. Kami hanya berlari-lari kecil mengambil gambar. Dapat sudut pemandangan yang menawan..Langsung Klikk…Klikk..Klikk..Ini sudah membuat kami senang bersama hembusan angin segar yang menampar tubuh kami. Inilah serunya jika ke tempat ini hari sabtu, banyak turis-turis itu pasti, tapi banyak juga pasangan-pasangan yang langsung berubah romantic karena efek magnetic jembatan ini. Lucunya pasangan-pasangan itu suka mengajak berbicara padaku. Berbicara tentang kapan mereka berjumpa, kejelekan-kejelekan pasangan mereka, tentang putus-sambung hubungan mereka, tentang melamar kekasih mereka di jembatan ini dan beraneka macam tentang cinta dibicarakan kepadaku. Dan seperti biasa aku tidak banyak berbicara dan mendengarkan mereka bercerita saja. Tapi jika di jembatan merah ini, pikiranku langsung melayang ke kekasihku yang berbeda kota dan itu membuatku kesal. Ha..ha..Ha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tahu apa alasan mereka-mereka itu senang terbuka berbicara denganku. Di setiap tempat, pasti aku selalu di ajak mereka bicara. Tidak di kantin kampus, di bus, di kereta, di café, diantrian teater, di mall, di swalayan, di gereja, di mesjid, di parkiran, di apartemen, di tempat bekerja, semuanya berbicara padaku. Berbicara tentang segala hal. Hal yang tidak pernah aku dengar sebelumnya dan juga hal yang sering ku dengar. Tapi mimic dan ekspresi mereka menceritakan kisah kehidupan mereka membuatku tambah bersemangat mendengarkan mereka. Mendengarkan, juga mencuri pengalaman-pengalaman mereka. Setelah mereka berbicara, aku mencatatnya.&lt;br /&gt;Seperti hari ini aku mencatat sebuah pesan tertulis,”Pulanglah”. Bagaimana sayang? Kau menyuruh aku untuk pulang. Untuk apa? Untuk menulis lagi katanya.  Menulis? Hemm, apakah sudah saatnya aku kembali? Ya, mereka rindu padamu. Mereka? Ya, apa kau lupa orang-orang yang kau kenal itu, kisah mereka kau jadikan tulisan, kau ketik, kau copy, kau print dan kau kirimkan kepada mereka. Tidak ingat? Dan sampai saat ini, 10-10-10, mereka banyak menanyakan kabar dari mu. Kata mereka,”Tidak cukupkah waktu sepuluh tahun menguburkan tumpukan tanah-tanah yang sebenarnya subur itu? Dan untuk apalagi mencari lahan baru jika sebenarnya lahan yang lama itu telah menanggap jiwa pemiliknya tertanam dengan rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kau masih mencintaku? Ha..Ha..Ha..Sepuluh tahun sayang. Sepuluh tahun tanpa dirimu. Aku sudah berkali-kali berganti kekasih, begitu juga dengan kau. Tidak ada yang seperti aku kan pacar-pacarmu itu? Dan tidak ada juga pacar-pacarku yang seperti kau. Dan aku sangat yakin sekali, kau pasti sudah tak terhitung lagi beraksara di file pribadimu tentang kisah kita, bukan?..Hayoo, mengaku saja. Kali ini aku ingin kau pulang. Pulang untuk diriku,  pulang untuk tanahmu, dan pulang untuk berbicara pada mereka lalu kau tulis. Menulis hal-hal yang membosankan. Menulis hal-hal yang mengharukan. Menulis hal-hal yang menegangkan. Menulis hal-hal yang orang belum pernah baca. Menulis hal-hal yang menyenangkan. Menulis tentang daun, si kembar tetanggamu yang tuna runggu, tentang Artis yang kau temui di butik, tentang boneka, tentang sisilahmu, pokoknya semua hal sesuka hatimu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemm. Oke..Oke..Tapi jika aku pulang, tidak ada perempuan di sampingmu kan? Argghh, masih tidak berubah. Selalu bertanya soal itu-itu saja. Membosankan tapi aku rindu. Jangan keras hati dan keras kepala sayang. Jangan takut. Dan pulanglah karena aku masih di sini. Menunggumu. Apa kau tidak rindu dengan Nigel yang sudah menjadi dokter sekarang? Apa kau tidak mau menjenguk Sam yang sering mengigau namamu di rumah sakit saat ini? Apa kau tidak rindu dengan sahabtmu Mei yang sudah beranak tiga? Apa kau tidak rindu dengan gaya ciumanku yang selalu  kau bilang “Beuh, tambah lagi dunk, aku tidak puas-puas nih”. Apa kau tidak rindu dengan pemandangan di dunia ini yang banyak sekali diambil butir-butir nilainya. Tidak perlu kata-kata yang berhias-hias. Cukup sederhana. Tapi mampu membuat orang membacanya untuk mengikuti terus dan memahami makna rangkaian kata-kata yang kau ciptakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau sudah tidak merasa lagi itu bukan tempatmu. Pulanglah atau hijrahlah. Tapi aku ingin kau pulang, kita hijrah bersama ke kota yang selalu kita impikan. Kota yang berdinamik karena detaknya tak pernah berhenti.&lt;br /&gt;Baiklah, aku pulang. Tunggu aku, aku akan pulang. Kapan? Tunggu saja. Surprise …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;10-10-10..Aku catat..Aku tulis…&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2002081556759965367-490737602569904614?l=chalinop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://chalinop.blogspot.com/feeds/490737602569904614/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://chalinop.blogspot.com/2010/12/pulang.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2002081556759965367/posts/default/490737602569904614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2002081556759965367/posts/default/490737602569904614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://chalinop.blogspot.com/2010/12/pulang.html' title='&quot;Pulang&quot;'/><author><name>chalinopita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14636534166616059790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-FNPait-k5qU/TngB8gtujsI/AAAAAAAAAao/7u4KO-k6i6M/s220/Copy%2Bof%2Bgw%2BRBS.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
